Sebagai bagian daripaguyuban mahasiswa di Universitas Islam Negeri Mataram, Kami menyambut baik setiap upaya untuk memperkaya kehidupan kampus dalam berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mendukung keberagaman, baik itu dalam bidang seni,budaya, maupun sebagainya. Salah satunya rencana pendirian UKM Adat SASAMBO, bertujuan untuk melestarikan budaya yang ada di (NTB) katanya.
Namun, kami merasa perlu menyampaikan keresahan, terkait proses pendirian UKM Adat SASAMBO yang di gagas oleh DEMA Universitas Islam Negeri Mataram. Lucunya Dewan Eksekutif Mahasiswa tanpa adanya kordinasi yang jelas dengan dua suku (Samawa,Mbojo). Kami percaya bahwa kordinasi yang baik adalah hal yang sangat penting dalam proses pembentukan UKM agar tidak terjadi hal-hal yang tidak pernah kita inginkan.
sampai saat ini belum ada komunikasi yang jelas mengenai UKM SASAMBO. Karena apa, kedua suku merasa tidak di libatkan atau di kesampingkan dalam pembentukan UKM SASAMBO dapat menganggap bahwa tidak ada kesempatan yang adil bagi kita untuk berpartisipasi. karena pembentukan UKM yang mayoritas didominasi, SAMBO nya dikemanakan? Dema perlu mempertimbangkan hal ini dan tanggung jawab!!!
Jika pembentukan UKM SASAMBO tidak dilakukan melalui kordinasi yang melibatkan semua pihak yang seharusnya terwakili terutama dua suku yang merasa di pinggirkan, maka perlu di selesaikan terlebih dahulu.!!!
TiDak Ada Angin Tidak ada Hujan Tiba-tiba Dema melahirkan UKM SASAMBO!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar