Oleh : Rofiq Sepriansyah, Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Sumbawa (FKPPMS) dasawarsa lalu merupakan wadah strategis yang menghimpun dan memperkuat solidaritas antar mahasiswa asal kabupaten sumbawa yang menempuh pendidikan di kota mataram. FKPPMS bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang tumbuhnya ide, gagasan, serta upaya kolektif dalam memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) daerah melalui mahasiswa.
Namun kini, FKPPMS tampaknya mati suri. Aktivitasnya nyaris tak terdengar. Tidak ada agenda rutin yang berarti, tidak ada forum diskusi yang menggugah, apalagi gerakan advokatif yang menyentuh isu kedaerahan. FKPPMS seperti kehilangan arah dan visi. Kondisi yang krusial ini sangat di sayangkan mengingat mataram adalah titik strategis yang dimana banyak mahasiswa dari kabupaten sumbawa hadir dengan semangat perubahan. Namun demikian mereka akhirnya berjalan sendiri-sendiri karena tidak ada fasilitasi dan wadah tertinggi yang jelas untuk mereka. Lebih memprihatinkan, SDM mahasiswa kabupaten Sumbawa di mataram seperti terabaikan. Banyak di antara mereka yang memiliki kapasitas dan potensi yang luar biasa, namun tanpa pendampingan dan pembinaan serta ruang eksplorasi, akhirnya tidak berkembang secara optimal. FKPPMS seharusnya hadir untuk menjembatani kebutuhan itu - menjadi ruang edukatif dan progresif, bukan sekedar nama organisasi yang tinggal sejarah.
Kepemimpinan Ketua Umum FKPPMS saat ini, saudari Salsabila Mustaan, seharusnya menjadi penggerak utama dalam membangkitkan kembali organisasi ini. Namun sayangnya, hingga kini belum ada gebrakan yang signifikan. "Organisasi terkesan stagnan di bawah kendalinya, Ketua bukan hanya persoalan jabatan, akan tetapi soal tanggung jawab moral terhadap mahasiswa dan masa depan kabupaten sumbawa- pungkas Rofiq."
FKPPMS bukan milik segelintir orang, bukan semata-mata milik Ketua Umum. Ia milik bersama mahasiswa kabupaten sumbawa yang berharap akan adanya perubahan. Sudah saatnya organisasi ini di bangunkan kembali dari tidur panjangnya. Butuh keberanian, butuh kejujuran dan yang tak kala penting: butuh kemauan untuk melayani, bukan hanya memimpin.
